Discover Our Story

Awal tahun 2017, Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti, membuat terobosan menarik dengan membuka satu galeri harta karun di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan. Banyak orang kemudian bertanya, kenapa Kementerian yang mengurusi ikan dan laut itu  membuka satu galeri untuk memamerkan BMKT, artefak muatan kapal tenggelam yang ditemukan terpendam di laut ? bukankah artefak itu objek budaya yang bersejarah yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan ikan dan ekosistem laut lainnya ?

1
IMG_9712
WhatsApp Image 2018-03-07 at 10.05.23 AM

Pada poin ini, kita sepertinya perlu diingatkan kembali, bahwa laut itu lebih dari sekedar mega bioregion dengan sumberdaya hayatinya; laut adalah media penghubung antar pulau, bangsa bahkan antar benua yang menyimpan bukti keterhubungan sosial, politik dan ekonomi. Kapal tenggelam dan BMKT menyuguhkan bukti material peran dan fungsi laut dari sisi tersebut. Melalui BMKT kita dapat mengetahui bagaimana laut kita menghubungkan komunitas di Selatan Asia, Semenanjung Melayu dan Timur Tengah bahkan Eropa serta bagaimana trend perdagangan, politik dan sosial kurun abad 9 – 19 Masehi.

panel_belitung1
page01
panel_buaya31
Rencananya, koleksi akan diganti sekali dalam dua tahun, untuk memberi kesempatan publik mengenal lebih banyak lagi BMKT yang telah diangkat dari perairan Indonesia. Perlu diketahui bahwa KKP saat ini mengelola 300,000 keping BMKT.
Seperti yang disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan pada saat membuka galeri ini, “ruangan ini lebih dari sekedar sebuah tempat, ini adalah pesan tanggungjawab untuk membawa sebuah objek yang mampu memperkuat identitas kelautan kita sebagai poros maritim dunia kehadapan publik”